The square root of three

October 12, 2009

I fear that I will always be

a lonely number like root three

A three is all that’s good and right

Why must my three keep out of sight

Beneath a vicious square-root sign?

I wish instead I were a nine

For nine could thwart this evil trick

with just some quick arithmetic

I know I’ll never see the sun as 1.7321

Such is my reality

A sad irrationality

When, hark, just what is this I see?

Another square root of a three

has quietly come waltzing by

Together now we multiply

to form a number we prefer

rejoicing as an integer

We break free from our mortal bonds

and with a wave of magic wands

our square-root signs become unglued

and love for me has been renewed

a love poem by : Dave Feinberg

Puisi yang gw dapet dari film yang gw liat, sayang lupa judulnya, kalo g salah sih sekuelnya Harold & Kumar go to White Castle.

Remembering the day when Mbah Cholis and Don Pramo officially found his another square root of three and the days when Bashar’s Contrakan Boyz (maksa amat ye singkatannya) finally break apart…, sadly but I am the winner of the contest…

“…n that — is an ugly truth”

(Quoted from : The Ugly Truth - Gerard Butler)

3 tahun sejak program ini dijalankan di kontrakan tercinta, tiga orang pula yang tersisa dari total lima penghuni kontrakan, setelah Pakde Aree dan Da Chemp tereliminasi dari kontrakan tahun lalu. Pakde Aree tereliminasi karena kuatnya dorongan untuk memenuhi fitrah dan menggenapkan separuh diin, meninggalkan satu lembar undangan berwarna hitam sebagai bukti ia tereliminasi, sedangkan Da Chemp tereliminasi karena kuatnya keinginan untuk ‘berkelana’ atau mungkin juga karena tidak tertarik untuk ikut program ini, hehehe… Da Chemp tereliminasi meninggalkan satu lemari penuh dengan barang-barang peninggalan khas Da Chemp.

3Agustus 2008, it’s Sunday, it’s just an ordinary, regular Sunday, tapi buat Cholis a.k.a. Mbah Coo, anggota tertua kontrakannya Pak Basar, it is a Big Sunday, ngalahin Super Sunday Liga Inggris kayana. It’s Cholis Wedding Day.

Undangan udah disebar, hari H udah ditentuin, tabungan udah terisi, walaupun ada ganjalan dikarenakan mahar belum dibeli dan uang perjalanan ke Palu belum diterima (kalo udah keterima makan-makan y mbah!). Tapi yang pasti hari yang udah ditunggu-tunggu mbah Coo semakin mendekat, setelah tertunda dua tahun dari rencana semula akhirnya Sang Pangeran (halah!!!) menemukan Putri pujaannya.

Yup, he’s finally found someone to share his life, found the one to be with every night (Bryan Adams mode : ON). Prosesnya? Yang pasti sih pake proses taaruf sederhana. But don’t ask me ‘bout the detail, I don’t have the right to tell u. Just ask the groom.

3 Agustus 2008, di kontrakan tinggal tersisa dua jomblo (sedih amat ye kesannya?). Setelah ini g ada lagi eliminasi, yang ada hanya yang menang dan kalah. Mari kita liat profil kedua finalis kita yang sudah berjuang dengan tetesan peluh dan simbahan darah (halah!) untuk sampai ke Babak Final.

Profil Peserta : Ardiansyah
Pramos alias Pramos alias Pram alias Obin

Pemuda lajang yang satu ini bisa dikategorikan HQJ. Karena selain dari kerupawanan wajah ia pun dikarunia kerupawanan rupiah. Walaupun sering mengelak bila ditanya kapan nikah, namun untuk segera melaju ke arah sana harapannya cerah.

Di usianya yang hampir 28 tahun, ia tampak semakin matang. Kedewasaan berpikirnya semakin terlihat apabila kita mengajaknya berdiskusi mengenai masalah apa saja, mulai dari politik, pendidikan, agama, hukum dan masih banyak lagi. Gerakan tangannya ketika berbicara memperlihatkan ketegasan sikapnya. Tajam, Lugas dan Terpercaya (xixixixi).

Wawasannya pun sangat luas mengingat ia banyak sekali bepergian ke daerah-daerah, sebut saja Aceh, Sabang, Danau Toba, Pedalaman Baduy, dan banyak lagi tempat yang pernah dikunjunginya, bukan… bukan dalam rangka mencari jodoh ataupun wangsit, tapi lebih semata-mata karena kehausannya dalam berpetualang.

Soal Pramos udah ah, ntar kebanyakan.

Profil Peserta : Rian
Irawan alias Rian alias Rex alias Uyul

—– R A H A S I A —–

(maaf reporter kami tidak dapat memberikan informasi mengenai peserta satu ini, mengingat informasi tersebut berkenaan dengan reporter sendiri).

Banyak analisa yang beredar mengenai siapakah yang akan menjadi penghuni terakhir di kontrakan. Namun, berdasarkan polling yang telah dilakukan secara sepihak, sepertinya kans Pramos untuk lebih cepat tereliminasi lebih besar.

Mas Adi, tetangga kontrakan sebelah menyatakan prediksinya  yang entah didasarkan pada apa, malam ketika Mbah Coo baru bawa Undangan warna kuning bunga mataharinya, “Berarti yang selanjutnya Pramos nih, terus Rian y?”

Teman – teman di Aksara 26 pun sepertinya banyak yang berprediksi demikian, secara Pramos udah pernah ngajak seorang gadis berjilbab ke acara arisan, sementara Rex datang ke arisan klo g bareng Mbah Coo, y bareng Pramos, klo g bareng dua-duana T.T

Tapi hasil akhir tetap tergantung pada kedua peserta yang tersisa, siapa yang merasa ingin lebih cepat menggenapkan agamanya kemudian melaksanakannyalah yang akan tereliminasi lebih dulu. Terus terang si Rex pribadi sih pengennya ga jadi pemenang, bukan karena apa-apa, bingung nyari kontrakan or kos-kosan baru ;p

Menutup tulisan ini, sama seperti tulisan sebelumnya, berusaha tetep harus buat hasil terbaik. Insya Alloh, Alloh pun akan membukakan jalan terbaik untuk hamba-Nya yang telah berusaha dengan baik. Biar bisa dinilai seperti itu, mulainya ya dengan memperbaiki diri
sedikit demi sedikit mulai dari sekarang, seperti kata mbah Coo yang mengutip ucapannya Amien Rais, THINK BIG, START SMALL, and ACT NOW.

Selanjutnya sih tinggal harapan, mudah-mudahan tulisan berikutnya bukan tentang Penghuni Terakhir lagi, tapi tentang Pernikahan Pertama xixixixi.

Turnamen Futsal KORPRI LSN

August 22, 2007

BARA JELANG BIG MATCH!!!

Jelang bergulirnya laga semifinal Turnamen Futsal KORPRI Lembaga Sandi Negara yang mempertemukan Tim Sekretariat Utama (SU) dengan Tim Deputi III, bara pertandingan mulai terasa. Perang urat syaraf mulai dilakukan kedua tim dan pendukungnya. Mulai dari kamar mandi, tempat parkir, lorong kantor sampai dengan warung soto Lamongan depan kantor.

Laga yang seharusnya berlangsung pada Selasa sore tanggal 21 Agustus 2007 kemarin dialihkan menjadi hari Jum’at sore  tanggal 24 Agustus 2007, karena kondisi lapangan yang becek akibat hujan.

Kedua tim dipastikan akan menurunkan pemain terbaik mereka pada laga ini. Playmaker SU Hendra “Ronaldo” Rolas dipastikan akan bermain di lini tengah Tim SU sebagai pengatur serangan, sementara Asep akan bermain sebagai gelandang bertahan sekaligus gelandang serang dan di lini belakang Tjahya Masdi atau Rian “T Rex” Irawan dipasang sebagai pemain bertahan. Posisi kiper tentunya ditempati oleh Maulana “Buffon“. Sementara Cholis dan Mashari “Dwight” Yoko dipastikan akan bergantian mengisi posisi penyerang.

Tim Deputi III yang dimotori oleh Andi Yusuf a.k.a Kongja pun dipastikan akan berusaha menurunkan tim terbaik mereka, walaupun striker andalan mereka yang telah digembleng di Italia dan Swiss Aa “Crouch” Iksan Arifin serta Mahendra “Another Crouch” Yudhistira dipastikan tidak dapat bermain di laga ini. Posisi mereka digantikan oleh pemain gemblengan lokal Adi “Jaink” Sulistyo yang belum menorehkan satu gol pun pada turnamen ini. Sementara lini tengah akan diisi oleh Adi Nugroho yang juga berperan sebagai gelandang serang, di barisan belakang dan kiper belum dapat dipastikan siapa yang akan tampil pada Big Match ini. Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, kiper andalan Deputi III Mahardika a.k.a Jin, yang tampil “menawan” pada pertandingan sebelumnya akan digantikan posisinya oleh kiper yang lebih dapat diandalkan.

Menurut sebuah sumber yang lagi-lagi tidak mau identitasnya disebut, Tim SU diklaim telah melakukan latihan khusus untuk meredam serangan yang akan dilakukan Tim Deputi III, hal ini diungkapkan secara tersirat oleh manajer merangkap pemain Tim SU, Tjahya Masdi. Sementara Tim Deputi III pun diklaim telah mempunyai analisa dan kajian yang mendalam tentang pemain Tim SU dan pola permainan mereka, teori untuk membobol pertahanan Tim SU pun telah mereka kantongi. Walaupun yang jadi masalah bagi Tim Deputi III selama ini adalah mengaplikasikannya.

Sebagai informasi tambahan, pemenang dari pertandingan ini akan menghadapi Tim STSN Mahasiswa, yang sebelumnya mengandaskan juara bertahan Tim STSN Pegawai.

Menutup tulisan ini, “Lets hope, may the best team WIN!!!”

Romadlon…ya… Romadlon

August 20, 2007

 

 

Ini sebenernya tulisan buat nyambut Romadlon taun lalu tapi g sempet di
taro di Blog, jadinya di taro taun ini aja. Sikonnya mungkin udah agak beda
sama taun ini tapi semangatnya kayana sama … ^.^

“ Hai
orang-orang beriman,

diwajibkan
atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan

atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”

(QS. Al-Baqoroh : 183)

   
           Romadlon udah
keliatan di depan mata nih, tinggal nunggu itungan hari, jam n detik. Tapi
sebetulnya bukan masalah deket atau jauhnya yang jadi pikiran, yang jadi
pikiran sih sebenernya persiapan yang udah dilakuin, udah siap ga ya si Rex ini
ngadepin Romadlon? Sebenernya ga enak juga sih nanyain soal persiapan ngadepin
Romadlon, hari gini masih nanya persiapan? hari-hari kemaren ngapain aja coba?!

Jadi pengen malu nih, soale udah tiga
bulanan ini down, down abis… kayanya susah banget buat ngembaliin semangat ke
kondisi normal, gara-garanya sih … ntar aja deh di ceritain pas ada mood buat
nyeritainnya. Sekarang lagi semangat buat nulis episode nyambut Romadlon nih.
Sabar aja dulu yee.

Baru bisa kembali semangat ya awal bulan
ini, itu juga gara-gara baca buku Laa Tahzan (lupa minjem dari siapa ya bukunya? buat yang minjemin syukron banget deh) ga tau kenapa tuh abis baca ni buku kayanya ngerasa semangat
aja, semua masalah terlihat sepele, kerasa banget kalo diri ini kurang
bersyukur banget, banyak sebab, banyak faktor tapi yang utama sih ya kurang
bersyukur itu.

Padahal ni’mat Alloh tuh melimpah banget
kerasa, mulai dari ni’matnya bisa nafas tiap hari, bisa makan tiap hari, punya
rasa lapar sampai ni’mat sehat, musim ni’mat apa yang lebih berarti dari ni’mat
sehat selain ni’mat iman dan Islam tentunya, dan masih banyak lagi ni’mat
lainnya yang seringkali lalai si Rex ini mengingatnya.

Ngomong-ngomong soal ni’mat, jadi inget
nih sama acara reality show di satu TV swasta (lupa stasiun TV yang mana,
abisnya banyak banget sekarang reality show) terlepas dari tujuannya yang
memang komersil dan kadang-kadang bikin nanya sendiri ni orang yang bikin
konsep acaranya tega banget, nolong orang ko buat cari keuntungan. Waktu itu
acaranya tentang orang yang pulang kampung, orangnya udah tua, ceritanya bapak
ini udah lama di Jakarta, ga pulang-pulang udah lama banget padahal di
daerahnya dia ada istri yang selalu nungguin, ngirim uang juga engga, maklum ni
bapak cuman kerja jadi tukang jualan abu gosok, penghasilan sehari-harinya
paling cuman cukup buat makan sehari-hari. Siang itu sebelum pulang kampung tuh
bapak di suruh jualan sama pembawa acaranya, nanti uang yang dia dapet dari
hasil jualan abu gosok bakal dikali 20 kali lipat, singkat cerita tuh bapak
keluar masuk gang n jalan buat nawarin abu gosok, hari itu uang yang didapetnya
klo ga salah 19 ribu rupiah. Wajahnya keringetan, mukanya merah, keriputnya
lebih kelihatan lagi karena capek, tapi anehnya tuh bapak senyum, sambil
katanya “Alhamdulillah”.

Ga kerasa juga pas ngeliat senyum tuh
bapak plus denger ucapan hamdalahnya mata kayanya "kemasukan debu" ga kerasa. Hebat banget
tuh bapak, padahal buat si Rex uang 19 ribu tuh buat makan sekali aja bisa udah
abis, mending kalo di pake makan, seringan di pake buat beli komik kalo engga
beli game. Kerasa banget nih diri kurang bersyukurnya. Padahal Alloh berulang
kali menegur di surat Ar Rohman, “Fabiayyi alaa-i robbikuma tukadziban.”… maka
ni’mat Rob kamu yang manakah yang kamu lupakan… maka ni’mat Rob kamu yang
manakah yang kamu lupakan…

Ya Rob, jangan jadikan diri ini hamba yang
sombong, hamba yang enggan bersyukur kepadamu, hamba yang selalu saja merasa
kurang dengan rizqiMu. Padahal hamba tahu, tak ada makhluq sekecil apapun
di muka bumi ini yang tidak mendapatkan limpahan rizqi dan rahmat-Mu.

Maka ni’mat Rob kamu yang manakah yang
kamu lupakan?

Suatu pertanyaan sederhana, tapi menggedor
setiap hati sanubari orang yang beriman, coba lihat, dengar dan rasakan
sekeliling kita, betapa banyak curahan dan limpahan ni’mat. Ada penggalan puisi
bagus di buku “Agar Bidadari Tersenyum Kepadamu” satu karya Salim A. Fillah.

 

Dua makhluq di lautan ni’mat

Yang satu berenang yang satu tenggelam

 

Penggalan puisi
ini bikin si Rex nanya sama diri sendiri, masuk ke makhluq yang mana sih diri si Rex ini, yang tenggelam sibuk menggapaikan tangan ke sana kemari meraup segala
ni’mat tanpa sadar dirinya tenggelam semakin ke dasar lautan, atau jadi makhluq
yang dengan sigapnya berenang mampu melihat sekeliling dengan mata terbuka, terpesona
dengan keindahannya, mengaguminya, mereguknya tapi mampu menguasai diri untuk tidak
tenggelam di dalamnya…

PSTwo (baca : PS2 slim) gw belakangan kemaren ngadat.

Eh iya sekedar info buat yang belom tau. ni PSTwo gw beli
sekitar dua tahun yang lalu di forum jual belinya VGI (aka.
videogamesindonesia.com) gw beli dari si pokpok (gw lupa nama aslinya) dealnya
malem-malem bareng Yogha. Gw ditemenin bukannya takut karena dealnya
malem-malem, or grogi karena rumahnya di PI… yang lebih penting dari itu
semua si pokpok ini bahasa Indonesia-nya cuman tahap ngerti doank, belom sampe
tahap conversation, kaya gw gitu, bahasa Inggrisnya cuman sampe tahap ngerti
doank ^.^ Lucu juga sih sebenarnya waktu mau dealnya, kaga ada yang mau nelpon. Gw
bales sms pake bahasa Indonesia dia bales pake bahasa Inggris. Yah yang penting
nyambung lah.

Yogha gw ajak dalam rangka urusan conversation-nya,
sekaligus buat ngecek kondisi barang. Thx, bro. Padahal waktu itu udah malem
banget. gw jadi g enak sama Meyli and Mr Zach (read : istri n anaknya).
Akhirnya setelah pusing muter-muter nyari rumahnya pokpok yang segede gaban
plus kenalan sama anjing penjaga rumahnya yang ternyata malah lebih gede dari
gaban. Berhasil juga gw punya konsol impian gw selama ini. PSTwo seri 70002
yang dibeli langsung dari Aussie berikut kelengkapannya : kardus n manual booknya lengkap, remote, memory card, DVD Games, stik ori 2 biji, satu
dapet dari paketan konsolnya, satu lagi dari Amrik waktu lagi liburan dia beli
katanya. Damn… what kinda man is this pokpok? Padahal masih SMA. Bikin ngiri
banget….

Kembali ke cerita tentang PSTwo gw sekarang, minggu lalu gw
periksain kesehatannya di tukang service Playstation di dalem Cilandak Mall, di
tempat langganan gw beli DVD Games. Troublenya sih sederhana, belakangan ini
kalo mau nyala colokan power yang ke PSTwo gw kudu diputer2 dulu biar bisa nyala.
Sebelumnya sih gw cuekin aja, toh masih bias nyala, tapi lama-lama ko makin
parah, tuning-an kabel powernya tuh makin lama, makin susah nemuin posisi biar tuh
konsol bisa nyala, sampe gw diemin dua hari saking keselnya. Yang bisa nemuin
puteran yang pasnya malah Didik yang lagi maen ke tempat gw, tapi itu juga
kabel powernya harus ditahan.

Setelah siangnya Didik bisa nemuin tuning yang tepat,
malemnya gw nyoba maenin lagi. Tapi gara2 bernafsu kabelnya malah kesenggol, jadinya
tuningannya berubah deh. Karena bener2 pengen maen malem itu gw berusaha
bongkar PSTwo gw, gw yakin masalahnya cuman karena tempat colokan kabel power PSTwo
gw longgar, tapi karena susah akhirnya gw nyerah.

“Besok gw periksain aja deh di tukang service,” tekad gw
sambil nguap terus tidur.

Di tukang service PSTwo gw di bongkar, di solder sini,
solder sana ga nyampe setengah jam udah normal lagi tuh mesin. Karena tukang
servicenya bilang terserah waktu gw tanya berapa ongkos servicenya, gw kasih
aja 25k.

Dengan hati riang n gembira gw bawa pulang PSTwo gw, gw
colokin ke stabilizernya Mbah Cholis, lampu merahnya langsung nyala… horee!!! Langsung
gw coba maen WE n Prince of Persia : The Two Throne, God of War I, Devil May
Cry 3, Tourist Trophy, pokonya game2 yang udah gw kangenin maen.

Problem solved than, right? Buat masalah power sih iya, tapi
kenyataannya malah masalah baru yang muncul…. (yang ini malah bikin gw lebih
sedih lagi T.T)

Gw ceritain laen kali aja deh, kalo udah ketemu
pemecahannya. Kan lumayan buat nambahin cerita satu lagi di blog ^.^

Cerita aja…

May 10, 2006

        Hi, blog, how r u? long time no c huh? sorry ya, bulan-bulan
belakangan ini udah mulai sibuk lagi soale, di kantor kerjaan udah
mulai numpuk, lagian internetnya kan numpang jadinya males banget ngisi
blog, mendingan buat browsing detik and MyQ, kalo engga ke projectw
buat nyari kalo ada game or e-book baru yang bagus, di rumah? mendingan
maen game, keluar aja kalo g buat makan atawa nyari komik, or beli
kebutuhan sehari-hari males banget, ke warnet sih lumayan seminggu
sekali lah, tapi alesan buat ngisi blognya sama aja tuh kaya di atas.
Makanya sekarang mo rapelan aja deh…(tapi g semuanya soalnya libur ngisinya kan 6 bulan!!!)

Sebenernya banyak banget nih yang pengen gw ceritain berbulan-bulan lalu, tapi gara-gara kelamaan jadinya ga inget lagi deh apa aja… Soalnya prinsip gw sama sih kaya Dumbledore kalo ada pikiran-pikiran yang mengganggu lebih baek ‘cast them away‘ (bedanya gw ga punya pensieve jadinya bener-bener ilang).

1st word : Horeee
Yup… that’s the word. Horeee untuk akhirnya Winning Eleven 10 keluar, gara-gara nih game kalo hari Jum’at gw bisa sampe ga tidur maeninnya, lagian asik banget ni game, beda ama WE seri sebelumnya, gerakannya udah lebih real, mulai dari pemain belakang, pemain tengah, pemain depan n kipernya juga. Dribel Leo Messi udah top abis, belok kiri belok kanan, pokonya top deh, apalagi duet ama bang Ronald belom lagi ada mas Eto’o di tengah dengan clinical finishing-nya… viva Barca pokona mah. Nih game keluarnya klo ga salah sih sekitar akhir April deh, tapi baru dapet gamenya sih awal-awal Mei, mana harus ngedit manual nama pemainnya dulu dari tulisan Jepang ke tulisan latin… gw usul nih ama Konami mending pake tulisan latin aja deh, WE mania kan bukan cuman orang Jepang.

2nd word : demo…
Bulan-bulan belakangan ini banyak banget demo dimana-mana, apalagi Jakarta, tapi yang gw pengen ikut tapi ga jadi karena ga ada temen, ya demo yang terakhir kemaren, demo dukung perjuangan Palestina, that’s for real man. Biar dunia ngelihat kalau di Indonesia ada banyak saudara-saudara muslim Palestina yang ikut ngerasain, ikut ngerasa sakit kalo satu aja muslim Palestina disakiti, tidak hanya do’a yang dikirimkan, tidak hanya simpati, tapi juga bantuan dana, obat-obatan, etc. Ayo guys jangan biarin jundi-jundi Palestina berjuang sendiri, banyak bantuan yang bisa diberikan, minimal dengan menunjukkan antipati terhadap musuh mereka.
Masih ada sih demo-demo laen, demo anti RUU - APP yang kebanyakan diikutin ama perempuan terutama artis-artis, demo buruh yang berakhir kisruh, demo FBR ke rumah Inul, demo infotainment di TV-TV yang juga menolak RUU APP, belom lagi demo masak di rumah ibunya Tomi tetangga gw, banyak banget lah…

3rd word : Sick…
Ini cerita minggu ini, gw sakit. Udah lama banget g sakit lebih dari dua hari, terakhir sakit bareng Pramos, kemaren sakit sendirian. Mulai ga enak badannya sih hari Sabtu, tapi pusingnya sih udah dari hari Jum’at. Puncaknya Sabtu malem, pas lagi maen WE tangan sampe gemeteran trus mencet stik aja berasa kaya ditusuk-tusuk, badan panas, wah gawat nih, pikir gw waktu itu. Kalo besok pagi panasnya malah turun periksain kedokter ah, takutnya gejala tifus, maklom Jum’at belom sarapan udah senam n futsal (padahal biasanya gpp lho!!) siang makannya telat, malem juga makannya mie doank.Eh alhamdulillah Minggu paginya badan masih panas (berarti kan bukan gejala tifus) berarti tinggal diobatin pake cara ngilangin demam biasa. Belanja deh siangnya sekalian balikin film ke VideoEzy. Beli anggur, C1000 mg, parasetamol, tolak angin juga. Terus minta pengobatan manual juga ama mbah Cholis, dikerok (makasih mbah, berasa banget emang punya temen, kalo jauh dari ortu T_T). Senennya ga masuk soale badan masih anget, siangnya udah ilang…cuman lidah aja masih berasa tawar, tapi bisa diatasi dengan baik pake makan ke Solaria ama mbah Cholis. Mana bece nelpon lagi nanyain uang emas-nya Iwan. eh iya ngomong2 soal Iwan harusnya nambahin satu word lagi nih, tapi udah jam 12 malem nih… udah waktunya pulang bikin Milo anget sambil maen game nungguin final piala UEFA, The Boro vs Sevilla. Jadi laen kali aja deh cerita soal Iwan n anak-anak liqo’at yang laennya.

Btw thx… karena udah mau jadi tempat cerita yang baik.

Penghuni Terakhir…

November 17, 2005

       

        Bukan pengen niru acara ANTV, tapi emang belakangan ini di kontrakan lagi seru-serunya bahas ni topik, topic starter-nya siapa lagi kalo bukan Pramos, pas pulang ke rumah hari Kamis kemaren, eh langsung di tanya,
"Yan, lo mau ga jadi penghuni terakhir?"
Usut punya usut rupanya Pramos ama Pakde abis diskusi sambil beresin rumah, alhamdulillah rumah jadi bersih banget tuh, sampe ga percaya, thanx bro!! diskusinya soal rencana-rencana ke depan, mengingat Insya Alloh taun 2006 nanti akan ada perubahan status beberapa orang, ada yang temen seangkatan, ada yang kakak kelas ada juga yang adek kelas (yang ini nih yang bikin ngenes, masa di salip -_-; ).
       
        Sasaran utama topik ini, siapa lagi kalo bukan pakde yang umurnya paling mateng diantara para penghuni kontrakan, tapi kayanya emang dia juga yang paling cepet pengen dieliminasi dari peserta penghuni terakhir kontrakan, ta’ doain deh semoga apa yang menjadi harapan dan keinginannya mendapatkan kemudahan dari Alloh SWT. Lagian kita-kita juga udah pengen ngeliat pakde ada yang ngemong, ada yang bisa bangunin dia sahur kalo bulan puasa, ada yang ngerawat kalo dia sakit…(yang kata Pramos nyeremin)
Next target tentu saja mbah Cholis yang dengan PD-nya waktu ditanya sama ustadz jawab "Insya Alloh taun depan…"

        Nah Lho.
Jadinya yang kebat-kebit tinggal tiga sisanya deh, kalo udah tiga besar gini udah gawat deh, jangan-jangan… jadi ga pengen ngebayangin ^^;
Terus diskusi deh si Rex ini ama Pramos dalam perjalanan ke At-Taqwa, sambil jalan kaki dari terminal Pasar Minggu gara-gara abang supir angkotnya ga mau muter lewat UNAS, mulai pembicaraannya sih gampang aja, Pramos tiba-tiba nyeletuk,
"Kalo Fahri enak aja dia, target nikah taun ini, tapi ga mau nyari," gitu katanya sambil nyengir, "novel sih."

Buat yang belom tau (kebangetan juga sih sebenernya klo belom), Fahri tuh tokoh utama novel Ayat-ayat Cinta, yang kayanya udah jadi "must read novel" di kontrakan, enteng aja si Rex nih jawab, "soalnya nilai tawarnya emang tinggi, mos, hafal Qur’an, agamanya kuat, soleh, aktivis da’wah."
Pramos cuman nyengir,
"coba kalo kita yang nawarin diri, ada ga akhwat yang mau sama ikhwan yang kerjaannya PNS, gajinya di bawah UMR buat Jakarta, belum punya rumah, agamanya biasa aja, hafalannya ga nyampe satu juz, pasifis da’wah lagi, haha…" si Rex ni cuman ketawa getir, "susah emang kalo jadi ikhwan setengah-setengah begini."
Pramos lagi-lagi cuman nyengir, pakde juga ikutan nyengir di belakang.Nginget-nginget kejadian di atas nih, jadi agak keder juga jadinya, takut jadi penghuni terakhir, tapi kalo sekarang mau nikah juga ada keraguan dalam hati, mulai dari materi yang masih belum ngerasa mampu, trus ada juga ganjalan, kaya am I good enough?
       
        Solusinya ya sekarang sih belajar dulu lagi buat jadi pribadi yang lebih baik, soalnya kalo udah jodoh, mau PNS kek, mau tukang sekuteng kek, mau tukang bakso mau apaan kek, ga bakalan kemana iya ga?
Bukankah disitu nikmatnya Alloh merahasiakan tentang jodoh kita.
       
        Masa iya sih ga ada akhwat yang mau, ga mungkin kan? (iya ga sih?) ya biar begitu usaha harus tetep buat hasil terbaik, tujuan terbaik, and then Insya Alloh, Alloh akan memberikan yang terbaik.
Selanjutnya mengutip pernyataan favorit seorang temen buat ngebesarin hati orang laen,
"Bekerjalah kamu, maka Alloh, Rosul dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaanmu"